Home > My Review, Sepakbola > Roberto Di Matteo dan Chelsea : 4 Karier Dengan Raihan Sensasional

Roberto Di Matteo dan Chelsea : 4 Karier Dengan Raihan Sensasional

Roberto Di Matteo mengakhiri kariernya sebagai manajer Chelsea sesaat setelah Chelsea kalah dari Juventus dalam ajang UEFA Champions League, kekelahan 3-0 di Juventus Arena membuat pemilik klub Roman Abramovich memilih untuk memecat Roberto Di Matteo sebelum mempertimbangkan raihan yang diberikan pelatih asal Italia tersebut.

Roman Abramovich memang dikenal dengan orang yang tidak sabar, menjadi pemilik Chelsea sejak 2003 silam silih berganti Roman Abramovich memecat pelatih yang tidak membuat dirinya sangat puas, terutama dalam pencapaian juara UEFA Champions League, tetapi sepertinya bukan hanya hal tersebut yang diinginkan taipan minya asal Rusia tersebut, Roberto Di Matteo yang notabenenya telah mempersembahkan gelar tersebut, tetap dipecat oleh Roman Abramovich.

Terlebih lagi yang datang menggantikan Roberto Di Matteo adalah Rafael Benitez, mantan pelatih Liverpool dan Intermilan tersebut sejatinya tidak diterima para fans Chelsea? tentunya hal ini terjadi atas pernytaan-pernyataan Benitez kala berseteru dengan Chelsea sebagai pelatih Liverpool.

Hal yang wajar jika fans Chelsea tidak berterima Roberto Di Matteo dipecat sebagai manajer Chelsea, bukan karena pria asal Italia itu mempersembahkan gelar UEFA Champions League, namun Roberto Di Matteo mempunyai ikatan emosional yang tinggi bersama Chelsea. Roberto Di Matteo bukanlah wajah baru bagi Chelsea, saya sendiri melihat ada 4 karier yang dijalani Roberto Di Matteo bersama Chelsea, dan karier tersebut selalu berbuah dengan raihan yang sensasional.

Roberto Di Matteo dikenal publik London untuk pertama kali pada tahun 1996, kala itu Chelsea yang dilatih manajer asal Belanda Ruud Gullit, memboyong Roberto Di Matteo dari Lazio yang memiliki perseteruan dengan Zdenek Zeman pelatih Lazio.

Nilai transfer 4.9 juta poundsterling saat ini menjadi pembelian termahal yang dilakukan Chelsea. Roberto Di Matteo boleh dikatakan sebagai pemain kunci dari kebangkitan Chelsea pada saat itu. Bersama Gianfranco Zola, Gianluca Villa, Chelsea saat itu memiliki Trio Italia, dan menghantarkan Chelsea meraih gelar Piala FA dan mengangkat Chelsea ke peringkat 6, sebagai pencapaian terbaik klub tersebut sejak musim 1989-1990.

Tidak hanya itu, di musim-musim berikutnya Roberto Di Matteo juga mempersembahkan gelar lainnya seperti, League Cup, Charity Shield, UEFA Cup Winners’ Cup, dan yang terakhir UEFA Super Cup.

Saat menjadi pemain Chelsea, Roberto Di Matteo juga membubuhkan rekor pribadinya sebagai pencetak gol tercepat pada Final Piala FA yang bertahan selama 12 tahun. Gol tersebut diciptakan Roberto Di Matteo lewat sepakan kerasnya dari luar kotak penalti saat pertandingan baru berlangsung 42 menit, dan menjadi Pemain Terbaik Chelsea pada tahun 1999 dan 2003.

Pemulihan cedera yang cukup panjang selama 18 bulan, membuat Roberto Di Matteo memilih pensiun sebagai pemain sepakbola pada tahun 2002. Sekaligus mengakhiri karier pertamanya di Chelsea sebagai pemain.

Roman Abramovich yang terkenal dengan gonta-ganti manajer, pada musim 2011/2012 mendatangkan pelatih muda asal Portugal Andre Villa-Boas. Kehadiran Villa-Boas di Stamford Bridge yang kemudian mengembalikan Roberto Di Matteo untuk berkarier di Chelsea yakni sebagai Asisten Pelatih.

Sebelumnya Roberto Di Matteo telah berkarier sebagai manajer pada Militon Key Dons, dan West Bromwich Albion yang dihantarkannya untuk berlaga di ajang Premier League setelah menduduki posisi runner-up pada kompetisi Championship League.

Tidak banyak perubahan yang dihasilkan dalam kepemimpinan AVB, membuat pelatih muda tersebut di depak sebagai Manajer Chelsea, dan penggantinya pada saat itu Roberto Di Matteo namun bersifat caretaker. Inilah karier ketiga Roberto Di Matteo bersama Chelsea dan menjadi musim penuh gembira di Stamford Bridge.

Saat menjadi carataker Chelsea, beban berat berada di pundak Roberto Di Matteo. Kekalahan Chelsea atas Lazio membuat klub ibukota Inggris yang pertama meraih UEFA Champions League tersebut menjadi sangat berat. Namun dengan tangan dinginnya Roberto Di Matteo berhasil meloloskan Chelsea ke babak perempatfinal dengan keunggulan secara agregat 5-4 setelah menang 4-1 atas Lazio di Stamford Bridge.

Di Perempat final, Chelsea mampu mengandaskan Benfica, dan di laga semifinal Chelsea bertemu dengan juara bertahan Barcelona. Lewat pertandingan yang sangat menegangkan akhirnya Roberto Di Matteo membawa Chelsea ke Final UEFA Champions League untuk kali keduanya berhadapan dengan Bayern Munich, dimana final tersebut di gelar di kandang Bayern Munich.

Di Final UEFA Champions League, Chelsea akhirnya mampu memenangi kejuaaran tersebut untuk pertama kalinya, setelah menang lewat adu penalti 4-3 atas Bayern Munich.

Tidak hanya itu, Roberto Di Matteo pun mempersembahkan gelar Piala FA pada Chelsea setelah unggul atas liverpool pada partai final yang digelar di Stadion Wembley.

Dengan prestasi yang dicapainya, akhirnya Roberto Di Matteo ditetapkan sebagai manajer tetap oleh manajemen klub Chelsea. Dan menjadi karier keempatnya bersama Chelsea, namun sangat disayangkan belum genap setengah musim Roberto Di Matteo dipecat manajemen klub, dan pemecetan ini dikritik keras para fans Chelsea.

  1. Drogba
    December 7, 2012 at 10:54 am

    Itu mestinya Napoli bukan Lazio gan…

    Like

    • December 7, 2012 at 12:04 pm

      mksdnya asal klub Di Matteo sebelum di beli Chelsea gan ????….. Di Matteo emang di beli dari Lazio gan….

      Like

  1. October 31, 2015 at 7:50 pm
  2. November 25, 2015 at 6:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: