Home > Ensiklopedia > 26 September 2012 : In Memoriam GA-152, Kecelakaan Pesawat Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

26 September 2012 : In Memoriam GA-152, Kecelakaan Pesawat Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

Pencarian korban kecelakaan Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA-152 di Sibolangit

Tepat 15 tahun silam, 26 september 1997, Garuda Indonesia penerbangan GA-152 dengan jenis pesawat Airbus A300-B4 jatuh di Buah Nabar, Kecamatan Sibolongit, Provinsi Sumatera Utara. Kecelakaan ini menjadi kecelakaan terbesar yang terjadi di Indonesia dimana seluruh penumpangnya sebanyak 222 orang dan 12 awak yang berada dalam penerbangan tersebut meninggal.

Kecelakaan ini terjadi saat penerbangan GA-152 akan mendarat di Bandara Polonia dengan rute perjalanan Jakarta menuju Medan. Kecelakaan ini disebutkan berjenis CFIT (Controlled flight into terrain) atau (Penerbangan Terkendali Menuju Daratan) dimana sebuah pesawat yang layak terbang dan memiliki kru yang terlatih tanpa sengaja jatuh ke tanah, pegunungan, atau perairan). Pilot umumnya tidak menyadari bahaya di depan hingga semuanya terlambat.

Puing Sayap Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA-152

Salah satu penyebab kecelakaan penerbangan GA-152 disinyalir karena pada saat itu Medan sedang diselimuti asap tebal, sehingga mengganggu jarak pandang pilot, namun dari potongan percakapan yang terekam dalam blackbox ATC Bandara Polonia sepertinya tidak sepenuhnya bekerja dengan baik karena menyebutkan Merpati 152. Ini tentunya menjadi salah satu kesalahan dalam komunikasi oleh Pilot pesawat dengan menara penghubung bandara atau ATC.

Ketebalan asap yang menyelimut kota Medan saat itu meyebabkan jarak pandang Pilot sangat terbatas, sehingga hanya mengandalkan kendali kontrol dari menara penghubung ATC namun dengan adanya kesalahapahaman komunikasi menyebabkan Garuda Indonesia penerbangan GA-152 menjadi salah arah dan menabrak tebing gunung.

Monumen Membrano Lokasi pemakaman Jasad Korban Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA-152

Dari seluruh korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut, ada 44 jasad korban yang tidak bisa dikenali yang selanjutnya dimakamkan di Monumen Membramo, Medan. Di antara korban jiwa, selain warga Indonesia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Belanda dan Jepang.

Semoga kedepannya penerbangan udara baik di negara kita maupun di negara luar tidak lagi mengalami kecelakaan yang tragis seperti ini. (dari berbagai sumber)

In Memoriam Garuda Indonesia Penerbangan GA-152, semoga amal ibadah para penumpang dan awak pesawat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Rekaman percakapan Pilot dengan Menara ATC Bandara Polonis : http://www.avweb.com/other/garuda.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: