Home > My Review > Sulaiman R Marbun Berbicara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Dari Medan Lewat Blog

Sulaiman R Marbun Berbicara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Dari Medan Lewat Blog

Putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal menghitung hari, tanggal 20 September 2012 semua kalangan pastinya menginginkan masyarakat Jakarta untuk datang ke TPS-TPS yang sesuai dengan lokasi pemilihannya demi mendapatkan pemimpin daerah DKI Jakarta.

Pada Pemilihan Gubernur Putaran I Joko Widodo yang akrab disapa dengan Jokowi berada pada peringkat teratas bersama pasangannya Basuki Tjahaja Purnama dengan perolehan suara 42,6 persen suara, disusul dengan Gubernur Incumbent Fauzi Bowo yang lebih akrab dengan sebutan Foke bersama Nachrowi Ramli dengan perolehan suara sebanyak 34,05 persen.

Mungkin bagi warga Medan sendiri tidak begitu memusingkan siapa yang bakal menduduki DKI I namun intensnya pemberitaan baik di telivisi, media online dan media cetak, mau tidak mau warga Medan termasuk saya sendiri menjadi tertarik untuk membahasa siapa sosok yang bakal duduk di DKI I, Foke kah atau Jokowi.

Menilik sepak terjang para calon gubernur di DKI Jakarta saat memimpin, baik Foke dan Jokowi memang layak memimpin DKI Jakarta, gebrakan pembangunan yang dilaksanakan Foke saat menjabat pada periode 2008-2012 di DKI Jakarta meski belum sesuai dengan keinginan masyarakat banyak bukanlah menjadikan dirinya tidak layak untuk dipercaya kembali memimpin DKI Jakarta.

Sebaliknya Jokowi yang mendapatkan predikat walikota terbaik dan dengan berbagai profil yang tampak tanpa cacat tersebut, juga harus diapresiasi akan kemauannya untuk di pilih memimpin DKI Jakarta 5 tahun kedepan. Dan melihat sepak terjangnya saat memimpin Solo dengan 2 periode Jokowi juga pantas untuk memimpin DKI Jakarta yang di huni berbagai suku, ras, dan golongan.

Namun ada sisi kelemahan dari kedua calon gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada 20 september 2012 ini, semasa instrahat setelah Pilkada Putaran I, kedua calon ini terlihat saling menyudutkan, saling sikut-menyikut dan lain sebagainya.

Tim Sukses kedua calon saling bergantian membuat laporan pengaduan kecurangan ke Panwaslu, bahkan sampai-sampai dewan pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto diadukan karena adanya indikasi kampanye terselubung dalam iklan yang ditayang di media telivisi,

Isu sara juga dijadikan sebagai bahan kampanye, tindak intimidasi kepada warga Jakarta juga dilakukan demi memuluskan mereka untuk duduk sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Padahal jika saya mengingat pelajaran semasa Sekolah Dasar dulu, Pemilihan Umum atau juga Pemilihan Kepala Daerah sangatlah bersifat rahasia. Namun sifat dari pemilihan saat ini sepertinya sudah tidak bersifat rahasia lagi, kalau saya melihat pilihan dari warga saat ini telah telanjang bulat dan semua ingin melihat serta mengetahui siapa pilihan dari si A, si B dan lainnya.

Padahal selama ini kita selalu dikaitkan dengan tatanan demokrasi yang lebih baik dan lebih maju namun jika seperti ini bagaimana kita mampu menjalankan tatanan demokrasi yang baik ?

Saya bukan tidak beralasan dalam menyebutkan Pemilu saat ini sudah bersifat telanjang bulat, indikator yang saya jadikan membuat pernyataan tersebut yakni adanya statement dari pasangan calon gubernur yang menyatakan ” akan mencabut KTP warga DKI jakarta yang tidak memilih mereka ( Foke- Nara ).

Nah, kalau begini adanya dari mana nantinya Foke-Nara mengetahui siapa-siapa aja warga DKI Jakarta yang akan dicabut KTP nya karena tidak memilih mereka ??

Tentu ini adalah pernyataan konyol yang dilontarkan seorang calon pemimpin, dan apa jadinya jika hal tersebut terjadi ? Pada putaran pertama kemarin jumlah pemilih pasangan Foke-Nara mencapai 1.476.648 suara, ini artinya bahwa penduduk di kota Jakarta nantinya akan berkurang drastis. Dari sisi positifnya mungkin inilah salah satu cara untuk mengurangi kepadatan penduduk di Jakarta.

Namun bagaimana pun cara mereka berkampanye tentu saya sendiri berharap warga DKI Jakarta tidak apatis terhadap pemilihan gubernur DKI Jakarta kali ini, jika mereka melihat adanya sosok yang lebih dari salah satu calon gubernur semoga mereka benar-benar dalam memilih siapa nantinya yang akan mempin DKI Jakarta.

Saran dari saya sendiri mungkin hanya meminta kepada seluruh warga DKI Jakarta untuk ikut dalam mengikuti kampanye yang berlangsung, baik Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok, siapapun yang berkampanye masyarakat harus mampu meluangkan waktunya untuk mengikuti kampanye kedua pasangan tersebut, karena saat itulah mereka para calon pemimpin di DKI Jakarta akan menyampaikan Visi dan Misi yang akan mereka emban disaat memimpin DKI Jakarta 5 tahun kedepan.

Hidup Demokrasi.

 

 

 

  1. No comments yet.
  1. September 25, 2012 at 11:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: