Home > Wordpress > Belajar Membuat WordPress Themes Sendiri

Belajar Membuat WordPress Themes Sendiri

Tidak boleh dipungkiri, era kejayaan WordPress sebagai blog tools belumlah habis. Sejak pertama kali dirilis pada 27 mei 2003 blog tools ini telah mengundang banyak orang untuk beralih menggunakan domain tersendiri dari menggunakan subdomain yang disediakan blogspot.

Pertama kali wordpress dirilis dengan versi 0.7 dan rilis terakhir dari wordpress saat ini berada pada versi 3.5.1. Rilis terakhir dari wordpress terjadi pada 11 Desember 2012. Apakah anda saat ini sebagai pengguna blog tools wordpress ? jika memang ya, themes manakah yang anda gunakan ? 

Memang tulisan ini tidak akan membahas secara mendetail bagaimana membuat themes atau template untuk wordpress, dan tulisan ini hanyalah dari awal bagaimana membuat wordpress themes step by step. Apa saja yang kita butuhkan untuk membuat sebuah wordpress themes ? Artisteer ? kalau saya menjawabnya tidak, karena saya berniat membuat template atau themes wordpress ini dengan notepad atau biasanya disebut dengan build wordpress themes from scrath.

Let’s do it, hal pertama yang harus kita perhatikan dalam membuat sebuah themes untuk wordpress adalah struktur pada bagian themes itu sendiri, file dan folder apa saja yang kita butuhkan. Tentunya bisa saja semua file tersebut kita letakkan pada 1 folder tapi hal tersebut menurut saya tidak baik, karena kita perlu memanajemen file dengan baik.

Langkah awal dalam membuat wordpress themes sendiri adalah membuat sebuah folder yang nantinya akan kita isi dengan berbagai macam file maupun folder-folder yang lainnya. Anggap saja dalam kasus ini kita menggunakan nama folder yakni sulemarbun.

Setelah membuat folder sulemarbun maka buatlah beberapa file ke dalam folder tersebut yang tentunya dengan ekstension file .php :

  1. header.php
  2. index.php
  3. sidebar.php
  4. footer.php
  5. style.css

Saran saya, kalau boleh buatlah satu folder lagi di dalam folder sulemarbun tersebut dengan nama css , dan nantinya file kelima yakni style.css tersebut disimpan kedalam folder css tadi.

header.php file ini akan berisi code untuk header  section dari themes yang akan kita buat.

index.php  ini adalah file inti dari sebuah wordpress themes, file ini akan berisi code untuk area utama atau halaman body serta meletakkan file-file yang lain yang akan ditambahkan.

sidebar.php file ini akan berisi code untuk informasi sidebar.

footer.php file ini akan berisikan code untuk informasi footer atau kaki wordpress themes.

style.css  file ini akan berisikan code-code untuk memberikan style pada wordpress themes yang akan kita buat.

Semoga bermanfaat, tulisan Belajar Membuat WordPress Themes Sendiri, saya buat sampai disini dulu.

About these ads
  1. March 30, 2013 at 11:44 am

    halo pak guru, salam pendidikan.. & numpang nitip link.. Belajar WordPress Thanks.

  1. June 11, 2013 at 3:15 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 93 other followers

%d bloggers like this: